Cerita ini dibuat 8 Bulan yang lalu, tapi aku belum sempat posting di blog ku :)
Di sebuah desa, ada sebuah keluarga sederhana yaitu Pak Gading, Bu Anpu dan seorang anak yang cerdas dan rajin, Puriding Ambar. Setiap hari Puri selalu saja ada prestasi sekolah di desanya itu, entah mendapat niilai paling bagus, siswa teladan, dan lainnya. Walau begitu, Puri tetap membantu ibu dan ayahnya dengan mencari rumput sesudah pulang sekolah. Ia sangat disenangi oleh teman-temannya karena ia adalah anak yang sangat baik dan ramah kepada siapapun.
Hingga suatu haripun, Puri dipanggil dan disuruh menghadap kepala sekolah, tak tau sbabnya. 'haduhh.. knp ya? aku takut nih', ujarnya. Dan ternyata, setelah setengah jam Puri di ruang kepsek, Puri mendapat beasiswa bersekolah di kota. Wah senangnya hati seorang Puriding Ambar ini. Ia pun segera pulang dan memberi tau ayah dan ibundanya. ''Ayah.. ibu!! Puri dapat beasiswa yah, bu. beasiswa bersekolah di kota ini! wah yah, mulai minggu depan kita berarti pindah ke kota dong yah, bu!", kata Puri dengan wajah senangnya. "wah anak ibu pinter banget ya! dapat beasiswa nih.. oke kita pindah besok deh puri!!", ujar ibu yang mendukung Puri.
seminggu kemudian
Hari ini adalah hari pertama Puri bersekolah di kota. Dengan tampang semangat Puri pun ke sekolah diantar ibunya dengan sepeda. Di perjalanan, Puri mengoceh saja, "bu, kalau aku sekolah di sana , pasti orangnya baik-baik bu! dan pasti..". dan ocehannya pun berhenti oleh sebuah bangunan kokoh yang baru pertama kali Puri lihat. "Bu, lihat bangunannya deh bu keren ya bu.. Apa sih itu bu? dan kenapa kita brhenti di sini?", kata Puri. "Ini sekolahmu, nak", ujar ibu. begitu mendengar kata-kata ibu, Puri langsung berlari ke dalam sekolah itu. Saking senangnya ia segera masuk ke salah satu kelas yang paling ia sukai. Tapi saat ia segera masuk ke kelas itu, ada seorang guru yang menghalangi Puri. Guru itu sepertinya tampak judes melihat Puri. Lalu guru itupun berjalan ke ruang guru. Saat Puri segera memasuki kelas itu, terdengar suara "hei, kamu takut ya dengan guru itu? guru itu memang paling galak dan judes di sekolah ini..Ya jelas, Bu Bellina gitu lho! Kamu anak baru yang pintar itu kan, sini ikut aku! aku sekelas denganmu..", ujar seorang gadis kecil dari belakang. Lalu Puri pun mengikutinya.
Setelah memasuki kelas..
"Anak-anak.. Kita mempunyai teman baru, namanya Puri. Ia dari desa dan ia mendapatkan beasiswa di sekolah ini. Pur, coba kamu kenalkan biodata lengkapmu agar mereka mengetahui!", jelas Bu guru yang kerap disapa bu Tita ini. "Teman-teman nama saya Puriding Ambar, kalian bisa..", Suara Puri pun terhenti oleh suara yg sepertinya mengejek Puri. " Haahh?? Namanya Puding? hahaha puding, puding, masa namanya Puding?? Jelek banget, ihh... hahahaha!! iya kan teman-teman?", teriak seorang anak lelaki yang gendut dan terlihat kesombongannya. Murid-murid lain pun ikut tertawa. "heii!!! Bimo, ga boleh gitu! dia itu teman kita, duduk Bimo! yasudah Puri kamu duduk di bangku yang kosong", Suruh Bu Tita. Dan ternyata bangku yang kosong itu bangku sebelah Bimo duduk. Puri pun duduk di sebelah Bimo dengan lugunya.
Pelajaran pertama pun dimulai. Pelajaran pertama saja, Bimo sudah membuat ulah yaitu tidur di kelas. Puri pun menasihatinya "eh.. maaf, bukannya aku mau ganggu, tapi kenapa kamu tidur di kelas? ga boleh kan di tata tertib..". Bimo pun mengabaikan dan malah mengecilkan Puri dengan suara kencang "hei! kamu tuh jangan sok tau! anak baru aja blagu.. udah ah.. ngantuk tau!!" Puri hanya terdiam tak bisa berbicara lagi. "yah.. kok orang-orang kota begini ya sama aku?", ucap Puri dalam hati. Puri pun melanjutkan soal di bukunya.
Pelajaran kedua adalah pelajaran menggambar yang diajarkan oleh Pak Tono. "anak-anak, sekarang waktunya pelajaran menggambar. Tema kali ini adalah makanan kesukaan. Jadi gambar makanan itu sambil membayangkannya!", jelas Pak Tono. "Pak, pasti si Puding itu gambar Puding deh. Sama kayak namanya. hahahaaha!", teriak Bimo dengan kencangnya. "huss.. Bimo gak boleh begitu, dia ini kan anak baru ga boleh dihina-hina!", Ucap Pak Tono. Bimo pun duduk dengan tawaan yang selalu menertawai nama seorang Puriding Ambar. Saat Puri sedang asyik menggambar, "hei! kok kamu gambar pecel sih? kampungan banget! udah namanya Puriding, makanannya kampungan, beuhh.. betapa kampungnya, apalagi nama PUDING itu. hahahaha! jelek sekali", oceh Bimo. Puri pun hanya diam tanpa kata. Dan Bimo mengoceh lagi, "eh.. harusnya kamu tuh gambar Puding. Sesuai dengan namamu, PUDING. tapi pudingnya yang kampungan, ga boleh puding hotel. Dasar Puding yang jelek dan kampungan! hahahaha!". "sabar, sabar..", ucap Puri dalam hati.
"kriiiiing..!!!!!!" bel istirahatpun berbunyi. Murid-murid kelas Puri pun berlarian keluar kelas ingin istirahat. Puri pun mengikuti murid-murid lainnya. Saat Puri ke kantin, Bimo pun beraksi ingin mencoret-coret gambar bagus Puri. Bimo mencoret-coret gambar Puri dan membuat gambar Puding di kertas Puri. Istirahat selesai. Puri terkejut melihat gambar pecelnya itu menjadi gambar coret-coretan dan berbentuk puding. "Anak-anak kumpulkan gambarnya!!" terdengar suara Pak Tono menyuruh anak-anaknya mengumpulkan gambar. Puri pun pani dan "Pak Tono!! lihat deh.. tuh si Puding gambar puding kan pak? kampungan lagi pudingnya, gambarnya jelek. ihhh... ga banget deh, dasar PUDING!!", ejek Bimo. Lalu Pak Tono datang, "Puri apa benar yang dibiilang Bimo? kamu menggambar puding?", tanya Pak Tono. Puri pun lari sambil menangis, tidak tahan diejek selalu oleh Bimo.
setelah sampai rumah
"Puri kenapa pulangnya cepat sekali?", tanya ibu. "engga, bu.. Gurunya rapat.", jawab Puri dengan berbohong. "oh..ya sudah.", ucap ibu. "ehh... bu,..ga jadi deh..", ucap Puri sedikit gugup. "knp, pur?",tanya ibu. "Gini bu, ga jadi deh..", ucap Puri. Ibu pun membiarkan Puri berkata apa saja.
"Kukuruyuuk.. yuuk, yuuk..", terdengar suara ayam berkokok yang menandakan hari sudah pagi. Puri pun dibangunkan oleh ibunya karena ia tidak bangun2. Puri pun bangun dan menceritakan semuanya. "bu, kenapa namaku harus Puriding Ambar sih bu? aku malu bu punya nama seperti itu.. Aku selalu diejek dan diberi inisial si Puding. Apalagi Bimo, sebelahku. Baru aku sehari disana udah diejek-ejek bu! Aku males bu", protes Puri. "eh.. Puri gak boleh gitu, biarin aja si Bimo ngejek kamu.Kan nama itu ada artinya, Puriding Ambar. Pu dari kata anPU, nama ibu. Ri dari kata Republik Indonesia yang berarti ibu ingin kamu mengharumkan nama Republik Indonesia, Ding dari kata gaDING, nama ayahmu. Dan Ambar dari nama keluarga kita.. Bukannya bagus nama itu? sudah.. kalau kau tak mau sekolah hari ini tak apa. Ada teman ayah yang datang tuh.. Ayo ke ruang tamu", ujar ibu.
"Puri, kenalkan ini teman ayah SMA dulu. Dia itu seniman terkenal lho! namanya om Ribut..", ajak ayah. "yah, apa benar namanya om Ribut? aneh banget namanya?", bisik Puri. "ssttt... tapi kan dia seniman terkenal, Puri..", bisik ayah. "om apa benar nama om adalah om Ribut? om malu gak punya nama seperti itu?", tanya Puri. "Engga lah! nama itu kan punya arti. Om sangat bangga mempunyai nama Ribut.. bangga sekali!! namamu siapa nak?, ujar Om Ribut. "Namaku Puriding Ambar. Jelek ga sih namaku? aku sering diejek sama temen soalnya..", jawab Puri. "Wah nama yang cantik. Temanmu yang mengejek itu hanya iri padamu. Biarkan saja dia! dan buat ejekan itu menjadi pacuan untuk tetap tegar dan semangat. Oke, Puri", Kata Om Ribut yang sedang menyemangati Puri. "Oke om. Tos dong!", ujar Puri dengan tangan tos dengan Om Ribut.
esok harinya,,,....
"eh si Puding dateng. Ngapain dateng ke sini? harusnya ke restoran sana sama agar-agar!", ejek Bimo saat Puri menuju ke kelas. Puri pun langsung berdiri di depan kelas dengan ucapan "AKU ADALAH MURID YANG GAK WAJIB DIEJEK-EJEK. APA SALAHKU BILA AKU BERNAMA PURIDING AMBAR. NAMA ITU PUNYA ARTI, JADI YANG BERANI NGEJEK NAMAKU, BERARTI BERURUSAN DENGANKU. SEKALI LAGI, NAMAKU PURIDING AMBAR!!!".. Puri pun ditepuk tangani oleh semuanya termasuk Bimo. Mulai sat itu, tidak ada yang berani mengejek namanya.
Tampilkan postingan dengan label karangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label karangan. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 19 Februari 2011
Diary Bintang

Namaku Bintang, aku duduk di kelas 4 di SD Cempaka 7. Aku mempunyai ayah yang sangat hebat, namanya Riko. Ayah adalah sosok yang sangat aku banggakan, sudah baik, pintar, rajin solat, jabatan di pekerjaannya tinggi(ayah adalah salah satu pejabat negri ini) dan selalu bisa membagi waktu termasuk bermain denganku. Aku ingin seperti ayah, yakni menjadi ayah yang baik kepada anaknya. Biasanya aku sering meluapkan kesanku dengan ayah di buku diary ku.
12 - 01 - 2010
Dear Diary, hari ini adalah hari yang menyenangkan. Aku diantar sekolah dengan ayah, pergi dengan ayah, dan ayah memberikanku kejutan hari ini. Karena ayah telah mengizinkanku ke Kidzania. ya, pasti diary pernah dengar kan? itu lho, tempat yang ada mainan cita-citanya. Aku sudah lama ingin ke sana. Aku seneng banget. Besok aku harus siap-siap nih ke Kidzania sama ayah. Pasti seru deh! Yeyeye.. seru banget kayaknya nih, ga sabaran aku. Hmm.. Sudah ya, Ayah sudah menyuruhku tidur nih, daa Diary!
13 - 01 -2010
Dear Diary, aku sedih sekali hari ini. Ga tau kenapa kok ayah dari kemarin ga pulang-pulang sesudah ia menjanjikan hari ini aku ke Kidzania. Ibu pun ga tau ayah kemana. Diary, mendingan aku ga ke kidzania daripada aku ga ketemu ayah 1 hari. Kenapa sih ayah begitu? Kalau kayak gitu malah bikin aku sedih. Andaikan ayah disini, pasti sudah menyuruh ku tidur. Aku harap besok ayah pulang. Aku sudah kangen sama ayah.
14 - 01 - 2010
Diary ku, Ayah ga datang-datang juga sampai hari ini. Mana tadi, di sekolah teman-temanku pada ngatain ayah aku, katanya ayahku penjahat. huh, dasar teman-temanku itu asal ngomong aja, ayah tuh baik banget lagi. Kenapa sih diary hari ini sial banget? Andai Ayah disini, sedihku akan hilang karena melihatnya. Ayah.. Cepat pulang dong yah, Bintang pengen ayah disini.
15 - 01 - 2010
Aaaaaaaa!! Diary aku benci banget hari ini! temanku, sahabatku, guruku semua bilang kalau ayah tuh seorang penjahat! Pokoknya aku akan buktiin ke semuanya, kalau ayah itu ga jahat. Aku ga mau sekolah sampai mereka tau bahwa ayah ga jahat Coba aja ayah ada, teman-temanku percaya deh samaa aku dan ga bakal ngatain ayah penjahat Sekarang aku mau tidur dulu, capek aku sama ejekan teman-temanku itu!
16 - 01 - 2010
Diary hari ini aku senang banget! Aku bisa ketemu sama ayah. Walaupun aku harus dirawat rumah sakit karena tadi aku ketemu ayah pas waktu ayah hampir ketabrak mobil. Aku senang banget diary! Ga bohong deh aku! Tapi ayah, hari ini mukanya kayak sedih gitu diary. Aku ga tau kenapa. Yah pokoknya aku senanglah, ketemu dengan ayah.
17 - 01 - 2010
Aku harap ayah bisa menjadi yang lebih baik sesudah aku meninggalkannya. Diary, mungkin hari ini terakhir aku nulis di kamu. Karena dadaku selalu sakit. mungkin ini karena aku tau bahwa sebenarnya ayah adalah . . . .
Hari itu, Bintang meninggal, karena tak sanggup bahwa ayahnya bukan yang ia inginkan. Sehingga jantungnya sakit. Lalu, Pak Riko(ayah Bintang) membaca buku harian Bintang. Matanya pun penuh dengan air mata, melihat anaknya yang terlalu sayang dengan dia. Pak Riko pun menyesal karena perbuatannya. Lalu melanjutkan tulisan terakhir Bintang dengan kata "koruptor". Dan sebenarnya ayah tak pulang-pulang karena ia melarikan diri agar tak masuk penjara.
Senin, 06 September 2010
6B 2009/2010 Takkan Terganti
Sedikit aja nih, tentang 6B.
6B adalah sekelompok anak yang menjadi satu yang berada di SDSN Pondok Kelapa 10 pagi. Masuk SDSN Pondok kelapa 10 pagi pada tahun 2004 dan lulus tahun 2010.
Dimulai dari 1B 2004/2005, kalau gak salah jumlah murid hanya 38 saat itu. Dan saya menduduki absen 34. Sesudah Regita Fitria Widayanti dan sebelum Satria Rahmadi.
Kita diajarkan oleh Ibu Hj.Sutrasmi. Yang biasa dipanggil Bu Trasmi. Kesan saya dengan Bu Trasmi adalah Bu Trasmi guru yang paling ramah di sekolah.
Lanjut ke 2B 2005/2006. Kita kehilangan 1 orang teman, yaitu Rahman. Aku dengar dia keluar karena sesuatu yang..(sensor). Guru kita di kelas 2 adalah ibu Sumartini. Atau iasa dipanggil Bu Mar. Bu Mar adalah guru yang paling enerjik di SDSN Pondok Kelapa 10 pagi. Walaupun terkadang kalau marah, marah banget(sampai takut saya).
Lanjut ke tingkat berikutnya kelas 3B 2006/2007. Saat itu, kami diajarkan oleh Bu Rumondang atau biasa dipanggil Bu Ondang. Saat di kelas 3 saya menjadi bendahara, sering disalahkan tapi sering dibanggakan. Tapi jujur bendara itu susah. Bu Ondang adalah guru paling tegas di SDSN Pondok Kelapa 10 pagi. Tapi saran aja ya bu, PRnya jangan banyak-banyak. hehehe..
Dan ke tingkat berikutnya. Kelas 4B 2007/2008. Di kelas 4 kita kedatangan murid baru sekaligus murid keluar. Namanya Nadia Wulandini atau biasa dipanggil Nadia. Nadia masuk sekolah kami pada semester 1 dan keluar di semester 2. Ia datang dari Semarang dan balik lagi ke Semarang(Nadia, bola bekel mu masih di aku nih. aku lupa ngembaliin). Dan yang keluar lagi adalah Edgar dan Fadyl. Guru di kelas 4 adalah Bu Sri yeti atau biasa dipanggil Bu Sri. Bu Sri itu kayaknya hobinya nyanyi deh! Karena setiap hari pasti menyanyi. Jadi tambah semangat deh!
Nah, mulai kelas 5 sudah sibuk nih. Kelas 5B 2009/2010 diajarkan oleh Bu Yenni Andliani atau biasa disapa Bu Yenni. Di kelas 5 banyak peristiwa menyenangkan, yaitu : juara cerdas cermat di TVRI, Tampil angklung di TVRI, Juara 1 try out di KSM, mengikuti cerdas cermat di PRJ(Indomie stand), dan masih banyak lagi. Kelas 5B ini hobinya main galasin atau engga benteng. huuu!! jago banget deh! Tapi prestasi 5B juga banyak dong! hehe..
Ini dia puncaknya, 6B 2009/2010. Guru kami adalah Bu Yenni lagi! Wah.. senang banget deh diajari sama 'master matematika'. Diajari oleh bu Yenni itu edukatif! Ada kerja kelompok, ada presentasi, ada praktek, wah.. Seru deh! Karena itu 6B 2009/2010 nemnya atau nilai UASBN nya bagus-bagus!!! hehehe.. (Makasih ya bu..) Di 6B ini sering ada perdebatan tapi berujung damai dan bersatu kembali. Anaknya asik-asik, enak diajak ngobrol, baik-baik, Ga sombong pula! hihi.. jadi kangen sama kalian semua nih..
Mau tau kegiatan perpisahan? kegiatan perpisahan 6B yaitu : menyanyi, puisi, angklung, sekelumit kenangan, band, Tari ballet. Saat sekelumit kenangan semuanya nangis(termasuk saya), ihh merinding pas dengernya. tersentuh banget gitu!
Kalau band, hehehe.. saya kebirit-birit belajar gitar dengan waktu 2 minggu. jiahh.. Akhirnya saya bisa juga karena diajari oleh Bu Sumartini, guru musik paling asyik, ik ik ik..

inilah nama-nama murid 6B 2009/2010 berdasarkan absen!
1. Agung Kurniawan
2. Ahmad Rizky Alfa
3. Ananda Putra Pamungkas
4. Andriani
5. Angywa Nadhira
6. Arestya Azka Narendra
7. Asep Machfudin
8. Jihan Azizah
9. Diky Nur Ramadhani
10. Duha Agniya Sabilah
11. Erlan Perkasa
12. Farah Nabilah
13. Farhan Nurahman
14. Febi Widianingsih
15. Flora Ananda Rizky
16. Genda Omaryhara
17. Karina Dyota Madyaratri
18. Lika Aldiyani Nur'ain
19. Muhammad Yudha Galang Fardhana
20. Muhammad Ghalib Alfaza
21. Maharani Azzahra
22. Muhammad Giezky Natakusuma
23. Mardianto
24. Muhammad Tubagus Alimudin
25. Nabila Anastasha
26. Ni luh Kinda Nariza
27. Ovin Ranica Pratiwi
28. Quaishum Syantini
29. Rana Husna Mahdiyyah
30. Regita Fitria Widayanti
31. Ryzkianty Annis Nurdin (saya. ahahaha!!)
32. Satria Rahmadi
33. Surya Damar
34. Wahyu Cahyo Utomo
35. Yolivia Krisdianti
36. Dina Heradyanti
37. Saskia Salsabila
38. R. Aldi Fajar
39. Siti Naura
40. Deschame
41. Muhammad Ramdhani Gunawan
42. Masitha Sekardini
43. Ircha Mahendra Sakti
44. Deri Rusmansyah
45. Zulfaa Putri Nabila
46. Nabila Aafiyah
47. Muhammad Aliffunas
48. Rizky Utama
49. Almira Livia
*kalau ada kesalahan nama mohon dimaafkan
Saya tidak akan melupakkan 6B 2009/2010 SDSN Pondok Kelapa 10 pagi. I love you all!
Langganan:
Postingan (Atom)